YEHUWA menciptakan kita dengan kesanggupan untuk memahami perasaan orang lain, meski kita tidak pernah merasakan apa yang mereka alami. (Baca Efesus 5:1, 2.) Bagaimana kita bisa menggunakan kesanggupan ini untuk meniru Yehuwa? Dan, mengapa kita harus berhati-hati dalam menggunakannya?
2 Yehuwa telah berjanji akan memberi kita masa depan yang menyenangkan dan bebas dari semua penderitaan. Kaum terurap dan ”domba-domba lain” bisa berharap untuk hidup selamanya, di surga atau di bumi. (Yoh. 10:16; 17:3; 1 Kor. 15:53) Tapi, Yehuwa memahami perasaan kita saat kita mengalami hal-hal buruk sekarang. Di zaman dulu, Yehuwa merasa sakit hati sewaktu melihat umat-Nya menderita di Mesir. ”Hal itu menyesakkan baginya.” (Yes. 63:9) Belakangan, umat-Nya merasa takut terhadap musuh mereka saat membangun kembali bait. Yehuwa memahami perasaan mereka. Yehuwa memberi tahu mereka, ”Ia yang menjamah kamu berarti menjamah bola mataku.” (Za. 2:8) Seperti ibu yang menyayangi anak-anaknya, Yehuwa menyayangi hamba-hamba-Nya dan mau menolong mereka. (Yes. 49:15) Kita meniru kasih Yehuwa jika kita berupaya memahami perasaan orang lain dengan membayangkan diri kita di posisi mereka.